SUBANG | BEWARANEWS.COM | Tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, terus berjalan sesuai regulasi dan jadwal yang telah ditetapkan.
Panitia Pilkades Tingkat Kecamatan yaitu, Kasi Pem Kecamatan Purwadadi, Dede Haryono, menjelaskan bahwa, pembentukan panitia Pilkades serentak 2026 dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2026 lalu. Artinya, hingga saat ini sudah 2 bulan berjalan sesuai tahapan yang didasarkan pada peraturan hukum yang berlaku.
“Saya informasikan untuk 8 Desa sudah memasuki tahapan pengundian nomor urut, pengambilan nomor urut sudah dilaksanakan, tinggal satu desa lagi,” ujar Dede Haryono.
Dijelaskan, satu desa tersebut mengalami penundaan karena pada pendaftaran awal, Bakal Calon (Balon) hanya mendaftar satu orang. Sehingga sesuai regulasi, pendaftaran dibuka kembali pada tanggal 6 Oktober 2026.
“Jadi kita jalankan tahapan sesuai dengan yang ada, regulasi di dalam tahapan yang sudah didasarkan berdasarkan peraturan hukum. Jadi untuk hari ini tanggal 23 yaitu penetapan SK Balon menjadi Calon untuk Desa Belendung,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, dalam pelaksanaan Pilkades ini pihaknya tidak lepas berkoordinasi dengan Muspika, baik Danramil, Kapolsek serta Kecamatan. Semua bersinergi bahu-membahu untuk menciptakan Cipta Kondisi.
“Cipta kondisi itu untuk mengkondisikan antara Balon, antara Calon, antara pendukung dengan pendukung melalui himbauan-himbauan, walaupun kita kunjungan-kunjungan kepada para calon,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Pemerintahan Tingkat Kecamatan Purwadadi pun berharap Pilkades serentak tahun 2026 ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan amanah, sehingga menghasilkan seorang pemimpin, seorang Kepala Desa yang baik untuk masyarakatnya di lingkungan masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menghimbau kepada para calon, khususnya yang ada di Kecamatan Purwadadi.
“Yang pertama yang namanya kompetisi itu pasti ada kalah dan menang. Jadi yang kalah menerima dengan kekalahannya, yang menang jangan sekali-kali membusungkan dada atau asa aing jago. Jadi kita saling toleransi, saling membantu,” tegasnya.
“Kalau kata Sundanya, karesa hade maju mundurna desa urang teh hasil gotong royong kita bersama. Buat apa kita ada lambang Burung Garuda tapi ada semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu tujuan,” pungkasnya. (wan/red).



