SUBANG | BEWARANEWS.COM | Indahnya langit di pagi hari, walaupun sedikit terasa panas, tidak menyurutkan semangat warga dalam menyaksikan kemeriahan kesenian Ketangkasan Domba di Lapangan Desa Kosar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu pagi (01/11/2026).
Acara yang menjadi rangkaian kegiatan peringatan Hari Krida Tani 2026 serta Hari Lahir (Harlah) Pasukan 17 ke-14 tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusias luar biasa dari masyarakat.

Kepala Desa Kosar, H. Asep Sugianto, S.Kep., menjelaskan bahwa kesenian ketangkasan adu domba merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak lama dan kini mulai diminati oleh generasi muda.
“Kesenian ketangkasan adu domba sudah ada dari zaman kakek saya dan telah diwariskan hingga ke generasi anak muda. Dulu itu yang ikut hanya orang-orang tua. Sekarang sudah ada anak-anak muda yang tertarik dengan kesenian ini,” ujar H. Asep Sugianto.

Menurutnya, kesenian ketangkasan adu domba sendiri telah lama menjadi kesenian khas di tatar Sunda sebagai warisan turun-temurun yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kebanggaan para peternak, karena di balik setiap tandukan tersimpan cerita tentang dedikasi, seni, dan kebanggaan lokal.
“Alhamdulillah puluhan peserta kesenian ketangkasan adu domba ini diikuti dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan kami dari Pemdes Kosar mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Kosar,” ungkap H. Asep Sugianto saat ditemui bewaranews.com di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut H. Asep menjelaskan, domba yang menang dalam pertandingan biasanya akan dibawa ke ajang semi kontes maupun kontes, sehingga akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tak heran jika kesenian ketangkasan adu domba juga menjadi tempat di mana domba tersebut dihargai lebih oleh para pembeli.
H. Asep berharap tradisi ini tidak hanya dilestarikan oleh komunitas, tetapi juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Harapan kami, setelah adanya kegiatan seni ketangkasan domba adu ini, pihak pemerintah daerah bisa mendukung keberadaan kesenian ketangkasan adu domba. Saat ini masih belum ada dukungan dari pihak pemerintah daerah. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini dapat digelar di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Subang,” harap H. Asep Sugianto.
Melalui kegiatan ini, Pemdes Kosar berkomitmen untuk terus melestarikan budaya Sunda sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat melalui komunitas pecinta domba di Kabupaten Subang. (wan/red).



