Berita Terbaru

Post Terkait

Spektakuler! 339 Inovasi Bersaing di Subang Innovation Festival 2026, SMPN 3 Blanakan Sabet Juara Umum di Alun-alun Subang

SUBANG | BEWARANEWS.COM | Sebanyak 339 inovasi terbaik dari berbagai kalangan di Kabupaten Subang unjuk gigi dalam ajang bergengsi Subang Innovation Festival (SIF) 2026.

Dari ratusan inovasi tersebut, para inovator bersaing ketat dalam sejumlah kategori hingga melahirkan inovasi-inovasi terbaik yang diumumkan pada Malam Penganugerahan SIF 2026 di Alun-alun Subang, Rabu (23/09/2026).

Keluar sebagai Juara Umum adalah SMPN 3 Blanakan dengan inovasi super kreatif berjudul “AKSARA: Akselerasi Kehadiran ASN melalui Serverless Architecture untuk Reformasi Akuntabilitas” yang dinilai paling aplikatif dan solutif.

Pemberian penghargaan kepada para pemenang SIF 2026 berlangsung sangat meriah di Alun-alun Subang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Subang Reynaldy dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur, termasuk Sekda Subang Asep Nuroni, Kepala Bapperida, dan sejumlah pejabat serta para inovator.

Selain penganugerahan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran 28 stan inovasi unggulan dari berbagai kategori, mulai dari Puskesmas, Dinas, Unit Kerja, Mahasiswa, pelajar SMA sederajat hingga pelajar SMP yang menarik perhatian warga Subang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar mengatakan, pelaksanaan SIF 2026 menjadi bagian dari upaya serius Pemkab Subang dalam membangun ekosistem riset, teknologi dan kreativitas di daerah.

“Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 339 inovasi. Ini luar biasa. Seluruh pendaftar kemudian kita validasi dan kelompokkan dalam dua klaster, yakni klaster kompetisi inovasi dan klaster kematangan inovasi pemerintahan,” ungkap Iwan.

Untuk klaster kompetisi inovasi, terdapat 48 inovasi dari kategori SMP/MTs, 20 inovasi dari SMA/SMK/MA, 18 inovasi mahasiswa dan 26 inovasi unit kerja. Sementara klaster kematangan inovasi pemerintahan terdiri atas 64 inovasi perangkat daerah, 95 inovasi kecamatan dan 68 inovasi puskesmas.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan sangat ketat untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian. Penilaian melibatkan tim juri independen dan profesional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tahap pertama berupa penilaian administrasi dan substansi yang berlangsung 11-21 Agustus 2026. Dari tahapan ini, peserta disaring menjadi Top 10. Selanjutnya, peserta Top 10 mengikuti presentasi dan wawancara pada 1-4 September 2026 yang menghasilkan Top 5. Pada tahap terakhir, 9-10 September 2026, tim juri melakukan visitasi lapangan terhadap peserta Top 5 untuk memvalidasi penerapan inovasi di lapangan sebelum menentukan pemenang.

Iwan mengatakan, tingginya partisipasi dalam SIF juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Subang yang terus naik. IID Kabupaten Subang tercatat sebesar 52,65 pada 2024 dan meningkat menjadi 57,29 pada 2025. Adapun penilaian IID 2026 masih berlangsung.

“SIF juga telah menunjukkan hasil di tingkat provinsi. Inovasi pemenang SIF yang kita kirim ke tingkat Jawa Barat berhasil menjadi pemenang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 pada kategori pelajar. Ini bukti inovasi Subang mampu bersaing,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy menegaskan bahwa inovasi menjadi bagian penting dan kunci utama dalam mempercepat transformasi pembangunan daerah.

“Subang saat ini sedang berada di jalur cepat transformasi. Potensi pertanian kita kuat, industri baru terus tumbuh, dan Pelabuhan Patimban sudah beroperasi. Inovasi adalah solusi nyata untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit, menggerakkan ekonomi lokal, dan mempermudah urusan pelayanan publik di masyarakat,” kata Bupati Reynaldy.

Menurutnya, inovasi tidak sebatas menciptakan aplikasi baru, tetapi harus mampu menjadi solusi terhadap persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menggerakkan potensi sektor UMKM, pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif yang harus terus didorong melalui inovasi yang adaptif, solutif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur menilai SIF menjadi kegiatan yang sangat edukatif karena memperlihatkan berbagai inovasi yang dinilai aplikatif dan bisa langsung diterapkan.

“Kegiatan ini edukatif. Ternyata banyak sekali inovasi yang aplikatif yang bisa diterapkan. Saya apresiasi pelaksanaan SIF yang telah memasuki tahun ketiga ini. Harapannya tahun depan partisipasi semakin meningkat dan inovasi tidak berhenti sebagai perlombaan saja, tapi benar-benar menjadi solusi,” kata Agus.

Melalui SIF 2026, Pemkab Subang membuktikan komitmennya untuk terus melahirkan inovator-inovator muda dan ASN yang kreatif demi mewujudkan Subang Jawara, Subang Ngabret! (wan/red).

Popular Articles