Berita Terbaru

Post Terkait

Budi Rismayadi: Menapaki Jalan Pengabdian dari Keluarga Militer hingga Dunia Akademik

KARAWANG | bewaranews.com | Tidak semua perjalanan menuju kursi kepemimpinan berawal dari ruang rapat, jabatan struktural, atau kehidupan akademik yang serba formal. Ada pengalaman masa kecil, lingkungan keluarga, persahabatan, serta dinamika organisasi yang turut membentuk perjalanan seseorang. Kisah tersebut menjadi sudut pandang menarik untuk mengenal sosok Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang periode 2026–2030. Di balik perjalanan kariernya sebagai akademisi, Budi Rismayadi memiliki latar belakang kehidupan yang beragam. Ia merupakan putra seorang tentara, tumbuh dalam lingkungan keluarga militer yang akrab dengan sebutan Anak Kolong, aktif sebagai pencinta alam ketika mahasiswa, serta terlibat dalam organisasi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI). Tiga lingkungan tersebut, yakni keluarga militer, organisasi pencinta alam, dan FKPPI, menjadi bagian dari pengalaman personal yang menarik untuk ditelusuri. Masing-masing memiliki karakter dan nilai yang berbeda. Keluarga merupakan ruang pertama dalam mengenal tanggung jawab. Kegiatan pencinta alam memberikan pengalaman berhadapan dengan tantangan di luar ruang kelas. Sementara itu, organisasi kemasyarakatan membuka kesempatan untuk membangun hubungan sosial, memperluas wawasan, dan memahami dinamika kehidupan bersama. Kini, perjalanan tersebut menjadi bagian dari kisah seorang akademisi yang mengemban tanggung jawab memimpin perguruan tinggi di Karawang.Anak Kolong dan Lingkungan Keluarga Militer Bagi masyarakat yang memiliki kedekatan dengan kehidupan prajurit, istilah Anak Kolong bukanlah sebutan yang asing. Istilah tersebut memiliki akar sejarah dalam kehidupan keluarga tentara di Indonesia. Seiring perkembangan zaman, sebutan Anak Kolong juga menjadi bagian dari identitas sosial yang digunakan oleh sejumlah putra-putri keluarga militer. Budi Rismayadi merupakan salah satu sosok yang memiliki latar belakang tersebut. Sebagai anak seorang tentara, ia mengenal lingkungan keluarga yang berkaitan dengan kehidupan militer. Dalam keluarga prajurit, nilai kedisiplinan, tanggung jawab, keteguhan, dan penghormatan terhadap tugas memiliki tempat penting. Nilai-nilai itu juga relevan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Disiplin mengajarkan seseorang menghargai waktu dan menjalankan kewajiban. Tanggung jawab menuntut kesediaan menerima konsekuensi atas tindakan. Sementara itu, keteguhan diperlukan ketika seseorang menghadapi kesulitan atau harus menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan waktu panjang. Tentu, setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam mendidik anak-anaknya. Latar belakang profesi orang tua tidak dengan sendirinya menentukan karakter seorang anak. Namun, lingkungan keluarga memberikan pengalaman dan kebiasaan yang dapat memengaruhi cara seseorang memahami kehidupan.

 

Dalam perjalanan Budi Rismayadi, identitas sebagai Anak Kolong merupakan bagian dari sejarah pribadi yang patut mendapat tempat ketika publik mengenal sosoknya. Dari lingkungan keluarga, perjalanan hidup kemudian membawanya memasuki dunia pendidikan tinggi, sebuah ruang yang mempertemukannya dengan pengetahuan, persahabatan, dan pengalaman organisasi

 

Aktivis Pencinta Alam: Pendidikan Kehidupan di Luar Ruang Kuliah Masa mahasiswa menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan Budi Rismayadi. Selain menjalani pendidikan formal, ia juga aktif dalam kegiatan pencinta alam. Aktivitas tersebut menjadi bagian menarik dari kehidupan kemahasiswaannya karena menawarkan pengalaman belajar di luar ruang kuliah. Dalam organisasi pencinta alam, mahasiswa mengenal kegiatan yang membutuhkan persiapan, kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan kesadaran terhadap keselamatan. Alam terbuka menghadirkan situasi yang tidak selalu dapat diperkirakan. Perubahan cuaca, kondisi medan, keterbatasan perlengkapan, dan kemampuan fisik setiap anggota kelompok menjadi faktor yang harus dipahami sebelum melakukan kegiatan. Karena itu, aktivitas pencinta alam menuntut perencanaan dan sikap bertanggung jawab. Bagi seorang mahasiswa, pengalaman semacam ini dapat memperluas pemahaman mengenai arti kebersamaan. Ketika mengikuti kegiatan kelompok, seseorang perlu memperhatikan kondisi anggota lain. Kemampuan individu memang penting, tetapi keberhasilan suatu kegiatan sering bergantung pada koordinasi dan kesediaan untuk saling membantu. Ada kalanya seseorang harus mengambil inisiatif. Pada kesempatan lain, ia perlu mendengarkan arahan atau menerima keputusan bersama. Pengalaman seperti ini memberikan pelajaran tentang hubungan antara keberanian dan kehati-hatian. Keberanian diperlukan untuk menghadapi tantangan, sedangkan kehati-hatian membantu seseorang memahami batas kemampuan dan mempertimbangkan risiko. Keterlibatan Budi Rismayadi sebagai aktivis pencinta alam menunjukkan bahwa pengalaman masa mahasiswanya mencakup ruang pembelajaran yang lebih luas daripada kegiatan akademik formal. Pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab kelompok.

 

Belajar Memimpin, Belajar MendengarkanDalam dunia organisasi, kepemimpinan tidak selalu dimulai ketika seseorang memperoleh jabatan. Seorang anggota organisasi belajar menjalankan tanggung jawab ketika ia bersedia menyelesaikan tugas, menjaga komunikasi, menghargai keputusan bersama, dan membantu anggota lain menghadapi kesulitan. Kegiatan pencinta alam memberikan contoh yang relevan. Ketika kelompok menghadapi kondisi yang menantang, kemampuan mendengarkan dan bekerja sama dapat menjadi sama pentingnya dengan keberanian mengambil keputusan. Setiap anggota membawa pengalaman dan kemampuan yang berbeda. Ada yang lebih memahami medan, memiliki keterampilan teknis, atau mampu menjaga komunikasi kelompok. Situasi tersebut mengajarkan bahwa seseorang tidak harus mengetahui segala hal untuk dapat memberikan kontribusi.Dalam kepemimpinan organisasi modern, nilai serupa tetap diperlukan. Pemimpin perlu memahami kemampuan anggotanya, membangun komunikasi, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan kerja sama berlangsung dengan baik. Pengalaman organisasi pada masa muda dapat menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Meski demikian, perjalanan kepemimpinan seseorang juga dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman profesional, serta tanggung jawab yang dijalani sepanjang kariernya. Bagi Budi Rismayadi, aktivitas pencinta alam merupakan salah satu bagian dari perjalanan panjang itu.

 

Menapaki Dunia Akademik Perjalanan Budi Rismayadi dalam pendidikan tinggi memiliki jejak akademik yang dapat ditelusuri. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Singaperbangsa Karawang pada tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta. Komitmennya terhadap pendidikan berlanjut hingga meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Manajemen dari Universitas Persada Indonesia YAI pada tahun 2017. Karier akademiknya juga mencakup pengalaman sebagai dosen dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBP Karawang. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa tanggung jawab kepemimpinannya di perguruan tinggi mempunyai landasan pengalaman akademik serta pengelolaan kelembagaan. Dalam bidang manajemen, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam memahami keberhasilan organisasi. Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang memiliki kompetensi akademik, tenaga kependidikan yang mampu memberikan pelayanan, serta mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai bidang keilmuannya. Karena itu, pengelolaan universitas memerlukan keseimbangan antara pengembangan kapasitas manusia, kualitas pembelajaran, penelitian, dan tata kelola organisasi. Pengalaman profesional dalam lingkungan akademik menjadi bagian penting dari perjalanan Budi Rismayadi menuju tanggung jawab kepemimpinan yang lebih luas.Dari Aktivis Mahasiswa hingga Kursi RektoratTanggal 9 April 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Budi Rismayadi. Pada tanggal tersebut, ia dilantik sebagai Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang untuk periode 2026–2030, melanjutkan kepemimpinan universitas dari rektor sebelumnya. Kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab dalam mengembangkan institusi pendidikan tinggi yang memiliki orientasi pada wawasan kebangsaan serta reputasi internasional Perjalanan dari kehidupan mahasiswa menuju posisi rektor tentu berlangsung melalui berbagai tahapan profesional. Ada proses pendidikan yang harus ditempuh, kompetensi yang dikembangkan, tanggung jawab yang dijalankan, serta perubahan lingkungan kerja yang menuntut kemampuan beradaptasi. Kehidupan organisasi pada masa mahasiswa dan karier akademik mempertemukan seseorang dengan situasi yang berbeda. Dalam organisasi mahasiswa, seseorang belajar membangun hubungan dan menjalankan program bersama rekan-rekannya. Di lingkungan perguruan tinggi, seorang pemimpin harusmemperhatikan kepentingan institusi, kebutuhan sivitas akademika, kualitas pelayanan, serta tuntutan perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Seorang rektor juga harus mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang mempunyai kepentingan dan harapan berbeda terhadap perkembangan universitas. Di sinilah pengalaman hidup dapat menjadi sumber pembelajaran, sementara keberhasilan kepemimpinan perlu dibuktikan melalui keputusan yang tepat dan kinerja kelembagaan. Bagi Budi Rismayadi, amanah sebagai rektor menjadi tahapan baru dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi.

 

Semangat Kebangsaan dan Jati Diri UBP Karawang Universitas Buana Perjuangan Karawang mengusung visi sebagai perguruan tinggi yang berwawasan kebangsaan dan bereputasi internasional. Visi tersebut menempatkan penguatan karakter kebangsaan dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari arah pengembangan institusi. Bagi mahasiswa, wawasan kebangsaan memiliki makna yang melampaui pengetahuan tentang sejarah dan simbol kenegaraan. Nilai kebangsaan juga berkaitan dengan penghargaan terhadap keberagaman, kepedulian sosial, tanggung jawab sebagai warga negara, serta kesediaan berkontribusi bagi kepentingan masyarakat. Dalam konteks ini, perjalanan Budi Rismayadi sebagai Anak Kolong dan pengalamannya berorganisasi di FKPPI memberikan latar biografis yang relevan untuk membahas nilai pengabdian dan kehidupan sosial. Sementara itu, pengalaman sebagai pencinta alam menghadirkan ruang refleksi mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda, terutama mahasiswa yang sedang membentuk identitas dan mengembangkan kemampuan kepemimpinannya. Perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk mengintegrasikan pengalaman kehidupan dengan pembelajaran akademik sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara ilmu pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab sosial

 

Mengenal Sisi Humanis di Balik JabatanDi luar perjalanan akademik dan aktivitas organisasi, Budi Rismayadi juga memiliki kehidupan pribadi yang menarik. Sebagai seorang ayah, ia menjalani tanggung jawab keluarga di tengah aktivitas profesionalnya. Ia juga memiliki kegemaran menanam tanaman dan memelihara hewan ternak. Kedekatannya dengan aktivitas tersebut memperlihatkan kesinambungan tema antara kehidupan pribadinya saat ini dan ketertarikannya terhadap alam sejak masa mahasiswa.Kegiatan menanam dan memelihara ternak mengandung pengalaman yang berbeda dari aktivitas akademik. Ada proses merawat, memperhatikan perkembangan, dan memahami kebutuhan makhluk hidup Kegiatan tersebut membutuhkan kesabaran serta perhatian terhadap kondisi lingkungan. Melalui sisi personal ini, masyarakat dapat mengenal Budi Rismayadi sebagai sosok yang mempunyai minat dan pengalaman kehidupan di luar kegiatan resmi kampus. Profil semacam ini membantu memperlihatkan bahwa seorang pemimpin memiliki berbagai peran yang berjalan berdampingan. Ia merupakan bagian dari keluarga, masyarakat, lingkungan organisasi, dan institusi tempatnya bekerja. Masing-masing ruang kehidupan memberikan pengalaman yang dapat memperkaya pemahaman seseorang mengenai hubungan antarmanusia.

 

Pesan bagi Generasi Muda: Jangan Batasi Pembelajaran pada Ruang Kelas Perjalanan Budi Rismayadi juga menghadirkan bahan refleksi bagi mahasiswa dan generasi muda. Pendidikan formal merupakan fondasi penting untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi profesional. Namun, pengalaman di luar perkuliahan juga memberikan kesempatan untuk membangun keterampilan sosial dan memahami persoalan kehidupan. Organisasi mahasiswa dapat menjadi tempat belajar mengelola kegiatan, mengembangkan komunikasi, dan menghadapi perbedaan pandangan. Kegiatan sosial memberikan kesempatan untuk mengenali kebutuhan masyarakat. Sementara itu, aktivitas pencinta alam dapat mengembangkan kesadaran mengenai keselamatan, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pengalaman semacam itu tidak selalu menghasilkan perjalanan karier yang sama pada setiap orang. Akan tetapi, keterlibatan dalam kegiatan positif dapat memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman pribadi. Kisah Budi Rismayadi menunjukkan bagaimana kehidupan seorang akademisi juga memiliki hubungan dengan pengalaman keluarga dan organisasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak masa muda. Bagi mahasiswa, hal tersebut dapat menjadi pengingat untuk memanfaatkan masa pendidikan tinggi sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan minat dan tanggung jawabnya.

 

Sebuah Perjalanan tentang PengabdianSetiap jabatan memiliki masa tugas. Sebaliknya, pengalaman kehidupan dapat terus menjadi bagian dari perjalanan seseorang sepanjang waktu. Budi Rismayadi kini mengemban tanggung jawab sebagai Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang. Di balik jabatan tersebut terdapat latar belakang sebagai anak seorang tentara, pengalaman menjadi aktivis pencinta alam, serta keterlibatan dalam organisasi FKPPI. Perjalanan akademiknya kemudian membawanya menempuh pendidikan hingga jenjang doktor dan menjalankan berbagai tanggung jawab dalam lingkungan perguruan tinggi. Rangkaian tersebut memperlihatkan perjalanan hidup yang melibatkan keluarga, pendidikan, organisasi, dan profesi. Masingmasing memberikan konteks yang membantu publik mengenal sosok Budi Rismayadi secara lebih utuh. Kini, tanggung jawab kepemimpinan yang diembannya menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter sivitas akademika, dan mengembangkan kontribusi universitas bagi masyarakat. Bagaimana berbagai pengalaman kehidupannya memengaruhi cara ia menjalankan amanah tersebut menjadi bagian menarik yang dapat terus digali melalui perjalanan kepemimpinannya. Kisah ini mengingatkan bahwa pendidikan berlangsung sepanjang kehidupan. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan melalui bangku kuliah, memahami kerja sama melalui organisasi, dan mempelajari tanggung jawab melalui kehidupan keluarga serta pekerjaan. Dari lingkungan keluarga tentara, aktivitas pencinta alam, keterlibatan dalam FKPPI, hingga dipercaya memimpin UBP Karawang, perjalanan Budi Rismayadi memperlihatkan beragam ruang kehidupan yang turut menyertai pertumbuhan seorang akademisi. Pada akhirnya, pengalaman masa lalu menjadi bagian dari identitas seseorang, sedangkan pengabdian pada masa kini memperlihatkan bagaimana ia menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Popular Articles