Berita Terbaru

Post Terkait

Kang Uned Nyatakan Dukungan Penuh kepada Cesin Muchlisin, Sejalan dalam Misi Pelestarian Budaya Sunda

SUBANG | BEWARANEWS.COM | Rizki Achmad Rivai, atau yang akrab disapa Kang Uned, selaku Ketua Yayasan Seni & Budaya Sunda Gentra Pajajaran Katineung, menyatakan dukungan penuhnya kepada Pak Cesin Muchlisin untuk maju sebagai calon Kepala Desa Kalijati Timur.

Dukungan tersebut diberikan karena Kang Uned melihat adanya kesamaan visi, terutama dalam hal pelestarian seni dan budaya Sunda yang menjadi salah satu perhatian dalam visi dan misi Pak Cesin Muchlisin.

Bagi Kang Uned, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus tetap hidup, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Saya mendukung sepenuhnya Pak Cesin Muchlisin karena beliau mempunyai salah satu visi dan misi tentang pelestarian budaya, khususnya budaya Sunda. Ini sangat sejalan dengan apa yang selama ini kami perjuangkan melalui Yayasan Seni & Budaya Sunda Gentra Pajajaran Katineung,” ujar Kang Uned.

Rencana Membangun SanggarGENTRA BALE KATINEUNG

Sebagai bentuk nyata dari komitmennya terhadap pelestarian seni dan budaya, Kang Uned juga menyampaikan bahwa pada tahun 2027 dirinya memiliki rencana untuk membangun Sanggar “GENTRA BALE KATINEUNG” di lingkungan Desa Kalijati Timur.

Sanggar “GENTRA BALE KATINEUNG” nantinya diharapkan menjadi wadah kegiatan seni dan budaya Sunda, khususnya bagi masyarakat Kalijati Timur dan generasi muda.

Sanggar tersebut direncanakan bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai pusat kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai potensi seni dan budaya.

Di antaranya untuk kegiatan latihan kesenian Sunda, pembinaan generasi muda, pertunjukan seni, pelestarian tradisi, kegiatan kebudayaan, serta berbagai aktivitas positif lainnya.

Hal tersebut Kang Uned juga menambahkan bahwa, keberadaan sanggar sangat penting karena pelestarian budaya membutuhkan ruang yang nyata dan kegiatan yang berkelanjutan.

“Insyaallah pada tahun 2027 saya mempunyai program untuk membangun Sanggar GENTRA BALE KATINEUNG di lingkungan Kalijati Timur. Harapannya sanggar ini bisa menjadi tempat tumbuhnya para seniman dan generasi muda yang mencintai seni serta budaya Sunda,” ungkapnya.

Sejalan dengan Program Pak Cesin Muchlisin

Rencana pembangunan Sanggar GENTRA BALE KATINEUNG tersebut dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dengan program Pak Cesin Muchlisin yang juga membawa pelestarian budaya sebagai salah satu bagian dari visi dan misinya.

Kesamaan perhatian terhadap budaya inilah yang menjadi salah satu alasan utama Kang Uned memberikan dukungan penuh.

Menurutnya, apabila pemerintah desa memiliki perhatian terhadap kebudayaan dan didukung oleh masyarakat serta para pelaku seni, maka program pelestarian budaya dapat berkembang lebih luas.

Kang Uned berharap ke depan terdapat sinergi antara pemerintah desa, Yayasan Seni & Budaya Sunda Gentra Pajajaran Katineung, para seniman, budayawan, pemuda, serta masyarakat Kalijati Timur.

Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui program dan kegiatan yang nyata.

Generasi Muda Menjadi Perhatian

Salah satu tujuan utama dari rencana pembangunan Sanggar GENTRA BALE KATINEUNG adalah memberikan ruang kepada generasi muda.

Kang Uned menilai generasi muda merupakan penerus utama kebudayaan Sunda. Karena itu, mereka perlu diberikan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni budaya daerahnya.

Melalui sanggar, generasi muda diharapkan dapat belajar berbagai kesenian Sunda sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti gotong royong, tatakrama, silih asah, silih asih, dan silih asuh.

Dengan cara tersebut, budaya Sunda diharapkan tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalijati Timur.

Dukungan Berangkat dari Kesamaan Visi

Kang Uned menegaskan bahwa dukungannya kepada Pak Cesin Muchlisin tidak terlepas dari adanya kesamaan perhatian terhadap masa depan Kalijati Timur, khususnya dalam bidang seni dan budaya.

Menurutnya, pembangunan desa bukan hanya mengenai pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan penguatan identitas masyarakat.

“Bagi saya, desa yang maju bukan berarti meninggalkan budayanya. Justru kemajuan harus berjalan bersama dengan pelestarian budaya. Kita ingin Kalijati Timur maju, tetapi tetap mempunyai jati diri sebagai masyarakat Sunda,” tutur Kang Uned.

Ia berharap apabila gagasan tersebut dapat berjalan bersama, maka Kalijati Timur ke depan dapat memiliki identitas budaya yang semakin kuat.

Menuju Kalijati Timur yang Berbudaya

Dengan adanya rencana Sanggar GENTRA BALE KATINEUNG pada tahun 2027 dan adanya perhatian Pak Cesin Muchlisin terhadap pelestarian budaya, Kang Uned melihat peluang besar untuk membangun ekosistem seni dan budaya di Kalijati Timur.

Sanggar tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga warisan budaya Sunda sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya.

Kang Uned pun mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur.

Baginya, budaya Sunda harus terus hidup, bukan hanya dikenang.

Dan melalui rencana Sanggar GENTRA BALE KATINEUNG, ia berharap Kalijati Timur dapat menjadi salah satu wilayah yang memiliki ruang khusus bagi tumbuh dan berkembangnya seni serta budaya Sunda. (wan/red).

Popular Articles