SUBANG | BEWARANEWS.COM | Sudah menjadi kebudayaan dan kearifan lokal warga Subang yang tidak akan pernah hilang ditelan zaman.
Dalam setiap momen pesta demokrasi, baik itu mengusung Bakal Calon Kepala Desa maupun hajat politik lainnya, warga selalu merayakannya dengan cara yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Salah satu tradisi yang masih sangat kental dan terus dilestarikan hingga kini adalah “Ngaliwet dan Bakar Entog”.
Ya, bagi masyarakat di Kecamatan Kalijati Subang dan tepatnya di Desa Kaliangsana, dukungan itu tidak hanya diungkapkan lewat kata-kata, tetapi diwujudkan dalam sebuah tradisi makan bersama yang penuh makna. Para simpatisan dan Baraya berkumpul, menggelar tikar atau pun makan beralaskan daun pisang dan menikmati hidangan khas Sunda yang menggugah selera.
Menu andalannya pun sangat khas dan otentik, mulai dari Bakar Entog yang gurih, bakar ikan segar hasil empang, hingga tradisi Ngaliwet yang nasinya pulen dan harum, disantap bersama sambal dadak, lalapan, dan asin jambal.
“Bagi kami, bancakan ini bukan sekadar makan-makan. Ini adalah simbol kebersamaan, simbol Satujuan. Kita kumpul, kita makan bareng, kita satukan tekad untuk mendukung jagoan kita. Budaya seperti ini harus terus dijaga,” ujar Aryem, salah satu tokoh masyarakat.
Sementara itu, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang dilakukan para simpatisan dalam memberikan dukungan moril kepada para Calon Kepala Desa atau pun calon lainnya.
Pantauan bewaranews.com, suasana menjadi cair, penuh canda tawa, dan yang terpenting, rasa persaudaraan semakin erat.
Tradisi Ngaliwet dan Bakar Entog ini membuktikan bahwa masyarakat Subang, salah satunya di Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati adalah masyarakat yang guyub, rukun, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Pilkades bukan ajang untuk bermusuhan, melainkan ajang untuk merayakan demokrasi dengan cara yang paling Sunda, penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Dengan tetap melestarikan budaya Ngaliwet, dan Bakar Entog ini, warga Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Subang berharap siapapun pemimpin yang terpilih nanti, tetap bisa membawa Desa Kaliangsana yang lebih guyub, rukun, dan sejahtera. (wan/red).


