SUBANG | BEWARANEWS.COM | Mengantisipasi potensi penyakit pernapasan akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu, Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan, S.Pd., M.M., CHRA berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Cipeundeuy menggelar bakti sosial pembagian masker kepada pengendara.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kamis pagi, (10/09/2026), di depan Mako Polsek Cipeundeuy, Polres Subang. Hadir dalam kegiatan ini jajaran anggota Polsek Cipeundeuy bersama Tim Tenaga Kesehatan dari UPTD Puskesmas Cipeundeuy.
Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan bersama personel secara bergantian memberhentikan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk membagikan masker. Sebanyak 450 pcs masker dibagikan kepada para pengendara yang melintas di depan Mako Polsek.

“Kami berkolaborasi dengan pihak Puskesmas Cipeundeuy membagikan ratusan lembar masker. Hal ini untuk antisipasi terjadinya penyakit pernapasan saat bencana erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Kompol Kustiawan.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun wilayah hukum Polsek Cipeundeuy tidak terlalu terdampak signifikan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau, langkah preventif tetap perlu dilakukan.
“Bakti sosial ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya penyakit pernapasan di saat Anak Krakatau erupsi. Kami ingin masyarakat tetap sehat dan terlindungi,” jelas Kapolsek.

Mewakili Kepala UPTD Puskesmas Cipeundeuy, Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Cipeundeuy, Jhoni Eka menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Kolaborasi antara Polri dengan Tim Nakes dari UPTD Puskesmas Cipeundeuy ini untuk menjalin sinergitas yang baik saat ada bencana, maupun untuk antisipasi terjadinya penyakit pernapasan seperti saat ini,” kata Jhoni Eka.
“Kami mengucapkan terima kasih. Tentunya kegiatan yang dilakukan ini untuk lebih menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi ke depannya antara Tim Nakes dengan Polri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Polsek Cipeundeuy dan Puskesmas Cipeundeuy berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dan menjaga kesehatan di tengah potensi bencana alam. (wan/red)


