Berita Terbaru

Post Terkait

Proyek Galian Kabel Optik (FO) di Jalur Kalijati – Cipeunduey Diduga Tak Sesuai Aturan, Warga Keluhkan Tumpukan Tanah Dipinggir Jalan

SUBANG | BEWARANEWS.COM | Para pengguna Jalan Raya Kalijati – Cipeundeuy dan masyarakat sekitarnya mengeluhkan aktivitas galian pemasangan kabel telpon milik salah satu operator telekomunikasi.

Warga menilai, kontraktor proyek tidak bisa menjaga tanah hasil galian yang berceceran ke jalan dan bahu jalan yang mengganggu kenyamanan dan keamanan lalu lintas.

Selain itu, terkadang lubang galian dibiarkan terbuka, sehingga rentan membuat pengguna jalan atau warga terperosok terutama disaat malam hari yang minim penerangan.

Berdasarkan pantauan bewaranews.com, aktivitas galian pemasangan kabel dengan kedalaman diperkirakan antara 1,3 hingga 1,5 meter itu sudah berlangsung beberapa minngu lalu, bahkan ada pula yang hampir satu bulan.

Sementara, pemasangan dilakukan di sepan jang pinggir ruas jalan raya Kalijati – Cipeundeuy, Mulai dari Cipeuneuy, Wantilan, Lengkong dan juga Kalijati serta wilayah Desa Marengmang.

Aktivitas galian kabel terlekomunikasi tersebut diduga dilakukan tanpa sosialisasi ke lingkungan itu dikeluhkan masyarakat.

“Saya kesal aja, proyek galian kabel jenis FO tersebut diduga tanpa pemberitahuan, bahkan pengerjaan pun tidak sampai terselesaikan atau tidak finishing bahkan basih banyak tumpukan tanah merah, hal itu tentunya sangat mengganggu para pengguna jalan lainnya,” ujar Salah satu Warga Kalijati, Asep (48), saat ditemui bewaranews.com.

Bahkan Asep juga merasa dirugikan, sebab, pinggiran jalan yang digali itu, tidak dibereskan lebih lanjut.

“Kalau bekas galiannya gak di kembalikan kesemula, pastinya tidak merugikan pengguna jalan, sebagai warga di sini, kami minta pelaksana galian memerbaiki pekerjaannya dan mengembalikan kondisi jalan ke semula,” ungkapnya.

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan pun pihak kontraktor Proyek galian kabel tersebut belum ada informasi lebih lanjut. (wan/red).

Popular Articles