Berita Terbaru

Post Terkait

“Manusia Tanpa Luka Adalah Manusia Tanpa Cerita” Pesan Menyentuh dan Rendah Hati dari Pikri Pramiwijaya Bakal Calon Kades Kaliangsana

SUBANG | BEWARANEWS.COM | Sosok Bakal Calon Kepala Desa Kaliangsana, Kecamatan Kalijati, Pikri Pramiwijaya, kembali mencuri perhatian publik bukan karena janji-janji politik yang muluk-muluk, melainkan karena sebuah pesan kejujuran dan kerendahan hati yang sangat mendalam.

Dalam sebuah poster dengan latar belakang Merah Putih dan sosok dirinya yang menatap jauh ke depan, Pikri menuliskan kutipan yang langsung menyentuh hati:

Saya tidak berpendidikan tinggi, saya juga tidak punya harta yang bisa di pamerkan, saya juga bukan orang genius.., tapi pengalaman sudah memberi saya banyak pelajaran, dan itu cukup memberiku bekal menghadapi ujian dan tantangan, jangan pernah menyerah… manusia tanpa luka adalah manusia tanpa cerita..!”

Sebuah pengakuan jujur yang jarang diucapkan oleh seorang calon pemimpin. Di tengah banyaknya kontestasi politik yang dihiasi dengan pamer gelar, harta, dan kepintaran, Pikri justru tampil apa adanya, dengan segala keterbatasannya sebagai manusia biasa.

Namun, dari keterbatasan itulah, ia menemukan kekuatan terbesarnya: PENGALAMAN HIDUP.

Bagi Pikri, sekolah terbaik bukanlah hanya di bangku kuliah, tetapi di kerasnya kehidupan, jatuh bangunnya usaha, pahit manisnya berinteraksi dengan masyarakat.

Pengalaman itulah yang menurutnya telah memberikan pelajaran paling berharga untuk menjadi bekal dalam menghadapi ujian dan tantangan dalam memimpin desa.

Pesan “jangan pernah menyerah” menjadi mantra perjuangannya. Visual di poster tersebut semakin memperkuat pesan itu, di mana terlihat siluet seorang manusia yang berdiri tegak di puncak gunung dengan tangan mengepal ke atas, setelah melalui perjalanan panjang dan terjal. Melambangkan bahwa setiap luka, setiap kegagalan, adalah cerita yang membentuk mental seorang pejuang.

Dan kalimat pamungkasnya, “manusia tanpa luka adalah manusia tanpa cerita”, menjadi filosofi yang sangat relevan. Bahwa seorang pemimpin yang hebat bukanlah yang tidak pernah gagal, tetapi yang pernah terluka, pernah jatuh, namun bangkit kembali dan belajar dari luka tersebut untuk menjadi lebih bijaksana dan lebih berempati kepada penderitaan rakyatnya.

“Saya hanya ingin berbakti dengan tulus. Saya tidak punya apa-apa untuk dipamerkan, selain niat tulus untuk mengabdi dan pengalaman hidup yang mengajarkan saya arti kesabaran, keikhlasan, dan pantang menyerah,” ujar Pikri Pramiwijaya saat dikonfirmasi.

Ketulusan dan kerendahan hati inilah yang membuat sosok Pikri Pramiwijaya semakin diterima di hati warga Desa Kaliangsana. Warga tidak hanya melihat seorang calon kepala desa, tetapi melihat cerminan diri mereka sendiri, seorang pekerja keras yang berjuang dari bawah dengan penuh luka dan cerita.

Jujur, Merakyat, dan Penuh Makna. Itulah Pikri Pramiwijaya. (wan/red).

Popular Articles