SUBANG | BEWARANEWS.COM | Harga komoditas daging sapi dan daging ayam di Pasar Tradisional Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan pasca-Lebaran.
Lonjakan harga ini dipicu oleh naiknya harga sapi impor yang berdampak pada komoditas lokal, sekaligus memicu penurunan omzet pedagang hingga 20 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu pagi, (28/08/2026). harga daging sapi impor merangkak naik dari Rp120.000 menjadi Rp135.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi lokal yang sebelumnya dijual Rp130.000 kini menembus harga Rp145.000 per kilogram, atau mengalami kenaikan sebesar Rp15.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi Pasar Kalijati, Burhanudin mengatakan bahwa, kenaikan harga sapi impor disebabkan oleh lonjakan harga dari pihak importir yang dipengaruhi fluktuasi mata uang dolar AS.
”Sekarang harga daging sapi impor maupun lokal mengalami kenaikan hingga Rp15.000 per kilogramnya. Kenaikan dimulai setelah Lebaran kemarin. Kenaikan harga daging sapi impor karena dari importirnya yang mengalami kenaikan, (hal ini) berdampak pada omzet penjualan,” ujar Burhanudin.
Tidak hanya daging sapi, kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kini melambung hingga Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam, Dede, mengakui lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan tingkat penyerapan pasar.
”Sekarang daging ayam mengalami kenaikan, dari Rp38.000 sekarang menjadi Rp45.000 per kilogramnya. Akibat naik, omzet penjualan menurun hingga 20 persen,” ungkap Dede.
Kondisi ini kian memberatkan konsumen, terlebih lonjakan harga daging berbarengan dengan kenaikan komoditas sembako dan sayuran lainnya. Sejumlah pembeli terpaksa memangkas volume belanjaan untuk menyiasati pengeluaran harian.
”Saat ini harga daging ayam mencapai Rp45.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp38.000. Ini sangat memberatkan kami selaku warga. Akibat kenaikan harga, saya harus mengurangi pembelian. Saya berharap harga normal kembali,” kata salah seorang pembeli di Pasar Kalijati, Artha, saat ditemui bewaranews.com.
Sementara itu, baik pedagang maupun konsumen berharap pemerintah setempat segera melakukan intervensi pasar guna menstabilkan harga komoditas pangan pokok yang kini kian membebani masyarakat. (wan/red).



