SUBANG | BEWARANEWS.COM | Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Dusun Sudimampir, Desa Kaliangsana, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kalijati, yang dipimpin oleh Kapolsek IPTU Abah Budiman S.H., melakukan aksi nyata dalam rangka kepedulian sosial dengan membedah rumah salah satu warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan bisa disebut tidak layak huni.
Rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah kali ini adalah milik pasangan Bapak Warmin dan Ibu Uun, yang terletak di RT 03 RW 04, Dusun Sudimampir Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Subang.
Pasangan paruh baya ini, bersama empat anggota keluarga lainnya, total enam jiwa yang menghuni rumah tersebut. telah sekian lama tinggal dalam kondisi yang jauh dari standar kenyamanan dan kesehatan.
”Kondisi rumah Bapak Warmin memang sangat mendesak untuk diperbaiki. Atapnya sudah sangat rapuh dan banyak bocor, dinding bambu (bilik) yang sudah bolong-bolong, dan jika hujan deras, air masuk ke dalam rumah. Ini bukan sekadar tidak nyaman, tapi juga membahayakan kesehatan, apalagi ada enam orang yang tinggal di sini,” ujar Kapolsek IPTU Abah Budiman saat ditemui bewaranews.com, saat mengunjungi Rumah Bapa Warmin Rabu siang, (26/08/2026).
Pantauan bewaranews.com di lapangan menunjukkan bahwa pondasi rumah sudah tidak stabil, dan instalasi listrik dalam kondisi yang semrawut serta membahayakan.
Sementara itu, pak Warmin ini keseharian nya pun hanya bekerja sebagai buruh serabutan, dan tidak memiliki biaya untuk memperbaiki huniannya.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Polsek Kalijati tidak tinggal diam. Dengan menggandeng beberapa pihak, termasuk perangkat desa dan warga sekitar bergotong-royong memperbaiki rumah Pak Warmin ini.
Hal tersebut, Polsek Kalijati yang dipimpin langsung IPTU Abah Budiman S.H., ini memulainya proses bedah rumah sejak dua Minggu yang lalu.
Bahkan pengerjaan bedah rumah ini meliputi,
penggantian total atap, dari yang bocor dan rapuh menjadi atap baru yang kokoh dan anti-bocor.
bahkan perbaikan dinding, yang awal menggunakan bilik bambu yang usang saat ini di ganti dengan permanen menggunakan bata hable, tentunya lebih aman dan sehat.

Sementara, untuk perbaikan pondasi dan lantai, Kapolsek Kalijati memastikan struktur rumah stabil dan nyaman untuk ditinggali, serta instalasi listrik menggunakan yang baru serta seluruh instalasi pin diganti dengan kabel baru tentunya sesuai dengan standar nasional Indonesia.
Bahkan untuk fasilitas sanitasi dasar, Kapolsek Kalijati bersama warga masyarakat sekitar pun memberikan akses ke kamar mandi dan toilet yang layak.
Sementara itu, dengan adanya program yang dilakukan Kapolsek Kalijati bersama jajaran nya pun mendapat sambutan luar biasa dari warga sekitar.
Bahkan mereka melihat ini sebagai bentuk nyata dari motto “Polri Presisi Polri Untuk Masyarakat” yang benar-benar dirasakan manfaatnya langsung.
Sementara itu, saat ditemui bewaranews.com, Bapak Warmin, dengan mata berkaca-kaca, tak henti-hentinya mengucap syukur dan berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh jajarannya.
”Saya tidak pernah bermimpi bisa memiliki rumah yang layak. Selama ini kami hanya pasrah dengan keadaan. Terima kasih banyak Bapak Polisi, semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak semua. Ini adalah kado terindah bagi keluarga kami,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Ketua RW 04 Dusun Sudimampir, Nandang Hermawan juga mengapresiasi tinggi inisiatif Polsek Kalijati.
”Inisiatif ini sangat luar biasa. Ini bukan hanya tentang memperbaiki fisik bangunan, tapi juga tentang membangkitkan kembali harapan hidup keluarga Bapak Warmin. Gotong royong yang tercipta adalah cerminan dari kerukunan warga di sini,” ungkapnya.
Aksi bedah rumah di Polsek Kalijati ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat dalam bentuk kepedulian sosial.
Hal ini, dengan keberadaan Polisi di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan seperti keluarga Bapak Warmin di Dusun Sudimampir Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati, Subang ini memberikan sentuhan kemanusiaan yang sangat berharga.
Kini, Bapak Warmin dan keluarganya, yang terdiri dari enam jiwa, dapat tersenyum lega. Rumah mereka tidak lagi “gubuk derita,” melainkan hunian yang layak, sehat, dan memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. (wan/red).



